alvianti.desita10's blog

mencari dan memberi yang terbaik

TAK PERLU TERLALU JAUH MENCARI…

Tentu kita sering mendengar sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas atas apa yang telah diberikan oleh Tuhan. Boleh dikatakan ungkapan tersebut memang benar adanya. Manusia akan terus mencari segala sesuatu yang mereka inginkan, bukan saja apa yang mereka butuhkan. Bahkan tak jarang keinginan lebih mereka utamakan ketimbang kebutuhan. Ketika sebuah keinginan telah terpenuhi, maka mereka akan terus mencari keinginan-keinginannya yang lain. Hal ini akan terus berlanjut seperti sebuah lingkaran setan yang tidak akan pernah berhenti berputar.
Manusia pada umumnya tidak akan pernah berhenti mencari bila sebuah keinginan itu belumlah terwujud. Usaha demi usaha akan mereka jalani apapun risiko yang akan mereka tanggung. Sebenarnya sifat ini tidaklah sepenuhnya salah. Terkadang sifat pantang menyerah sangatlah kita butuhkan dalam kehidupan ini. Namun, pernahkah kita menyadari bahwa sesuatu yang selama ini kita cari sebenarnya telah hadir atau bahkan sedang melingkupi kehidupan kita saat ini? Sesuatu yang selama ini kita cari ternyata selama ini telah mengelilingi kehidupan kita sampai-sampai kita tidak menyadari kehadirannya.
Ya, tidak dipungkiri, saya pun pernah mengalaminya. Ketika saya sedang sangat menginginkan sesuatu, saya akan berusaha terus untuk mencarinya sampai saya mendapatkannya. Saya akan sangat fokus dengan apa yang saya inginkan sampai-sampai saya mengabaikan lingkungan sekitar saya. Sehingga saya tidak menyadari bahwa apa yang selama ini saya cari ternyata telah melingkupi kehidupan saya. Hingga suatu hari kakak saya menunjukkan sebuah email yang dikirim oleh teman kakak saya. Email itu berisi sebuah cerita yang sangat menginspirasi saya hingga saat ini. Kurang lebih beginilah kutipan cerita yang ada pada email tersebut.

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Kata ayah kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”
Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air. Ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya.
“Hai, tahukah kamu di mana air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.” Ternyata semua ikan tidak mengetahui di mana air itu, si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman. Kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, “Di manakah air?” Jawab ikan sepuh, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati.”

Taukah apa arti cerita tersebut bagi kita? Kita diibaratkan sebagai seekor ikan kecil yang sedang berusaha mencari ikan yang konon katanya sangat diperlukan bagi kehidupan. Ikan kecil sedang mencari-cari dan menginginkan air yang tanpa ia sadari sebenarnya air telah mengelilingi selama ini. Begitulah kita. Kita terkadang mencari-cari tentang kehidupan dan kebahagiaan padahal sesungguhnya kebahagiaan telah ada di sekeliling kita tanpa harus bersusah payah mencari. Kita hanya dituntut untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar kita dan me-respect keadaan di sekitar kita.
Intinya adalah, tak perlulah terlalu jauh mencari sesuatu yang kita inginkan. Lihatlah terlebih dahulu lingkungan di sekitar kita karena siapa tahu keinginan dan kebahagiaan yang selama ini kita cari sebenarnya telah ada di sekeliling kita, sepanjang kita mau membuka diri dan pikiran kita.

IKHLASKANLAH…

Apa yang membuat saya terinspirasi adalah ketika saya melihat begitu banyak orang yang sukses di luar sana; keluarga, teman-teman terdekat, bahkan orang yang saya cintai. Bukan hanya sukses dalam hal materi tapi juga kekayaan hati dan kelapangan pikiran. Begitu banyak hal yang ingin saya pelajari dari mereka. Mulai dari bagaimana cara mereka memandang hidup, cara mereka memecahkan masalah, cara mereka bersosialisasi, dan yang terpenting bagaimana cara mereka meraih kesuksesan, karena jujur saja hingga saat ini pun saya masih berusaha mencarinya. Satu hal yang saya tahu, kesuksesan mereka tidak datang tiba-tiba pun tidak diberi oleh orang lain. Cobaan, rintangan, dan waktulah yang telah menempa mereka menjadi orang yang sukses. Namun, hingga saat ini pun saya masih bertanya-tanya, kurangkah cobaan dan rintangan yang saya terima hingga saat ini sampai-sampai saya belum bisa seperti mereka?
Lalu tersadarlah saya akan suatu hal yang mereka punya dan tidak saya punyai. Suatu sifat yang sudah sering kita dengar bahkan sering kita ucapkan. IKHLAS. Sederhana mungkin, tapi tidak menurut saya karena hingga detik ini pun saya belum berhasil menerapkan ilmu ikhlas. Ikhlas lebih mudah diucapkan daripada diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin kita sering mendengar dan membaca definisi tentang ikhlas sebagai sebuah sifat mau menerima apa apapun pemberian orang lain atau bahkan Tuhan. Namun, tidak sesederhana itu. Pernah saya membaca sebuah blog milik Andrean El-Fachri, ikhlas adalah ketika kita menjadikan niat dalam melakukan suatu amalan hanyalah karena Allah semata, kita melakukan sesuatu bukan karena selain Allah, bukan karena riya ( ingin dilihat manusia ) ataupun sum’ah ( ingin didengar manusia ), bukan pula karena kita ingin mendapatkan pujian serta kedudukan yang tinggi di antara manusia, dan juga bukan karena kita tidak ingin dicela oleh manusia. Inilah satu hal yang masih sulit untuk saya lakukan, ikhlas karena Allah Ta’ala. Selalu saja ada hal keduniawiaan yang membuat saya melakukan suatu tindakan. Inilah yang membuat saya selalu iri terhadap orang-orang yang telah mampu dan sanggup untuk menerapkan ilmu ikhlas. Inilah salah satu sifat yang mereka miliki dan belum saya miliki.
Inspirasi tentang ilmu ikhlas inilah yang sedang saya jalankan agar saya dapat mengikuti jejak orang-orang sukses yang telah menjalankan ilmu ikhlas sebelum saya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.